Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Orang Tua yang Yakin

Gambar
Sebagai orang tua jaman sekarang godaan untuk tidak yakin pada pilihan sendiri cukup besar ya. Maraknya forum orang tua di sosial media, ataupun juga public figure yang share pengalamannya membuat orang tua kebanjiran informasi. Yang kadang saling bertentangan. Informasi tentang metode A vs metode B. Komentar si anu vs komentar si ono. MPASI begini, begitu. Kadang informasinya sendiri diembel-embeli harus begono begitu plus too much horror and teror. Harus keras kepala supaya ini nanti. Kalau enggak nanti anakmu bakal gitu lo. Yang sini bilang harus. Yang sana juga harus. Njuk aku kudu piyeeee???? Eh, emang ada yang harus dalam dunia perparentingan ini? Ya ada si, secara umum: kudu tanggung jawab dan penuh kasih sayang. Tapi bagaimana menerjemahkan tanggung jawab dan penuh kasih sayang secara spesifik, menurut saya ya kembali ke orang tua masing-masing. Masing-masing memiliki kewenangan dan hak untuk memilih. Ga ada yang harus harus. Karena setiap pilihan parenting memiliki alasan da

3 Hotel Murah Dekat STAN Bintaro

Gambar
Sebagai pejuang LDM yang tinggal di kosan, saya jadi sering booking hotel yang dekat tempat tinggal saya. Hal ini karena suami kalau sedang berkunjung nggak boleh nginap di kamar kos yang notabene ada di paviliun kos putri. Tar ngintip lagi kan. Kawatir suami ngintip? Kebalik! Kawatir temen kos yg ngintip suami!  Wkwkwk nggak ding! Ya memang aturan kos begitu. Ya dijalani aja. Mantranya ya itu: dijalani dan diakali aja. Ngakalinnya gimana? Ya nyari hotel yang 1) murah meriah tapi masih 2) family friendly yang terjangkau jarak dan budget. Saya khususon sebut dekat dengan kampus STAN biar ngebantu para orang tua mahasiswa sekalian ya. Pasti banyak kan yang butuh info hotel dengan dua kriteria di atas. Apalagi kalau menjelang maba masuk, rencanakan dan booking hotel jauh-jauh hari ya…. Kriteria 1. Murah Meriah Hotel murah meriah buat saya itu berarti under Rp 500.000,00/ malamnya ya…. syukur-syukur lagi kalau bisa under Rp 300.000,00. Gile aja kan kalau dua minggu sekali ngeluarin budget

Balancing Screen Time dan Play Time

Gambar
Selamat hari anak! Saat hari anak, yang kerap menjadi pembahasan adalah hak anak untuk memperoleh pendidikan. Dan juga hak anak untuk bermain dan mendapatkan hiburan. Kalau terkait pendidikan tentu sudah jelas ya. Yang sering abu-abu wilayahnya adalah hak bermain dan mendapatkan hiburan. Terkait dengan hal tersebut, yang kerap menjadi bahan diskusi antara saya dan suami, adalah tentang berapa lama Gayatri (usia dua tahun) boleh menonton layar (televisi ataupun gadget) dan bagaimana kami memaksimalkan manfaat edukasi dan hiburannya di samping mengurangi efek negatifnya pada tumbuh kembang anak. Ya, selama ini kami memang cukup selektif dan juga ketat menerapkan peraturan screen time di keluarga. Hal ini karena kami memegang beberapa prinsip penting demi kesehatan dan perkembangan fisik serta  psikologis anak. Hal-hal tersebut adalah pentingnya 1) movement, 2) sentuhan serta adanya 3) koneksi dengan manusia lain. Kekawatiran kami yang utama adalah, karena begitu menariknya gadget membuat

Barang Antik dan 7 Koleksi untuk Investasi yang Menguntungkan

Gambar
Saya punya sepupu yang hobi banget blusukan ke kampung-kampung dan mbongkari gudang demi mencari benda-benda unik. Yah sebenarnya banyak benda-benda yang dia ambil, saya anggap tidak bernilai. Tapi, sebaliknya justru dianggap sebagai investasi olehnya dan mungkin juga orang lain yang memiliki hobi sama dengan sepupu saya itu. Saya jadi menyesali momen-momen bersih-bersih yang pernah kami lakukan di rumah eyang. Seharusnya banyak benda-benda tua dan kuno yang menurut saya sudah rusak dan layak buang yang bisa jadi untuk koleksi atau dijual kembali sebagai barang antik. Bisa untung mayan cuy! Lesson learnnya si, buat kamu yang punya koleksi mainan-mainan yang dianggap kuno tapi masih berfungsi dengan baik seperti Game Boy, action figure, hingga benda-benda lawas seperti perangko, uang jadul, piringan hitam, dan lain sebagainya. Jangan buru-buru buang yak. Jika tidak membutuhkannya, kamu bisa menjualnya daripada hanya disimpan di gudang dan menuh-menuhin rumah. Trus…. jualnya dimana? Tida

Tips Hemat Belanja Online

Gambar
Kalau ditanya terakhir saya belanja offline, sepertinya sudah berbulan-bulan yang lalu deh. Sejak menjalani Long Distance Marriage, saya sangat bergantung pada belanja online, demi kepraktisan. Bagaimana tidak, pergi ke pusat perbelanjaan dengan anak berusia 21 bulan, yang sedang seneng-senengnya lari-larian tu tantangan tersendiri ya. Untuk makan atau untuk window shopping masih okelah. Tapi kalau nyari barang, hmmm…. Seringnya emosi saya, hehehe. Pokoknya saya mau belanja offline kalau lagi bareng sama suami aja. Selain itu, online for the rescue! Terimakasih para olshop dan marketplace! Keberadaanmu sungguh membantu kami. Walaupun memang membeli secara online akan ada biaya tambahan seperti misalnya ongkos kirim, tapi biaya-biaya tersebut bisa diakali lo, supaya jatuhnya nanti tetap bisa lebih hemat atau setidaknya sama dengan belanja offline tapi dengan benefit lebih praktis. Sebelumnya saya pernah share 5 cara berbelanja online saat lebaran , termasuk di dalamnya bagaimana membua