Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Perawatan Kulit Kering di Youth and Beauty Clinic, Review Hydra Facial dan Fire and Ice facial

Gambar
Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya sempat ikut acara gathering bareng blogger dari Indonesian Female Blogger, dari acara tersebut saya berkesempatan untuk mencoba treatment di Youth and Beauty Clinic. Perawatan yang saya jalani adalah perawatan kulit kering, yang pertama Hydra Facial dan yang kedua Fire and Face Facial yang dilakukan secara beruntun. Nah langsung saja saya cerita step by step perawatannya ya, semoga step-step yang saya ceritakan ini bisa memberi gambaran bagi Nyonyah-nyonyah yang memiliki masalah kulit yang samaaaaaa….

[Event] Secret to be Young and Beautiful Bersama Youth & Beauty Clinic dan Dissy Cosmetics

Gambar
Saya pernah bertanya pada suami, apakah saya cantik. Suami saya bilang, saya cantik. Hehehe. Saya seneng banget dong dibilang gitu. Sampai ada tambahan kalimat, “Dulu tapi, pas kami pertama bertemu,” katanya sambil nyengir.  Yaaaaaaahhhh…. Walaupun saya tahu itu bercanda namun memang ada benarnya juga si. Saya sama suami bertemu kurang lebih 17 tahun yang lalu, Nyaaah. Tahun ini saya berusia 27 tahun ya Nyonyah-nyonyah…. Masih muda, tapi ya tidak muda-muda banget. Namun, memang tidak dapat dipungkiri kalau kondisi kulit sudah tidak sefit jaman remaja dulu. Kalau sekarang walaupun masih ada manis-manisnya tapi uda kurang cantik si, agak kusam gitu. Badan saya pun tentu sudah tidak sebagus ketika gadis ya, sudah punya anak satu pasti ada bekas-bekas sisa perjuangan hamil dan menyusui. I proud of it, of course . Tapi ga bisa bilang kalau hal tersebut estetis ya. :) Jujurly speaking . Tapi sepertinya masalah jelek oleh waktu memang sesuatu yang niscaya bakal terjadi pada semua orang, jika

Gayatri Mendadak Naik Tekstur MPASI

Gambar
Gaya, nama anak saya memang litteraly Gaya ya…. Bukan gegayaan, hihihi. Usianya sekarang 9 bulan dan seperti yang kebanyakan ibu muda bingungkan, 9 bulan adalah saatnya naik tekstur makanan. Saya sendiri rada concern dengan masalah perteksturan ini karena hasil baca-baca, masalah makan itu berkaitan dengan belajar bicara. Rada kawatir juga karena saya pakai blender untuk memroses bubur Gayatri, which is kata orang (((banyakan kata orang nih, hahaha))) bisa bikin bocah susah naik tekstur MPASI. But, ternyata kegalauan tersebut menguap begitu saja. Mendadak Gayatri naik tekstur. Beneran mendadak ya, karena cepat sekali peralihannya. Tanpa saya banyak usaha gitu. Tiba-tiba, eh ni bocah mau makan nasi aja. Blessings in disguise, karena bulan lalu kami rada sibuk dengan masuk keluarnya Suami dan Mama Mertua ke Rumah Sakit, Gayatri malah jadi naik tekstur dengan lancar. Ga nyambung yak? Sumprit, itu nyambung! Tekstur MPASI Gayatri Sebelum 9 Bulan Saya sering post menu MPASI-nya Gayatri di In

Perhatikan Baik-baik 5 Hal ini Agar Kupon Voucher Diskonmu Tak Berujung Boros

Gambar
Mau untung malah buntung. Pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat membeli kupon voucher diskon makanan? Saya pernah beberapa kali. Sebenarnya karena kesalahan saya sendiri si. Hehehe…. Karena saya mengakui, saya adalah orang yang kurang teliti. Padahal si sebenarnya kupon voucher diskon tu lumayan bisa menghemat biaya jajan loh…. Apalagi buat kamu yang memang doyan jajan atau sering melakukan meeting di restoran. Berikut adalah pelajaran yang saya petik dari kesalahan-kesalahan saya tersebut, semoga bisa jadi tips yang bermanfaat ya buat Nyonyah….. 1 . Perhatikan harga yang ditawarkan. Adanya kupon tidak serta merta harga jualnya pasti lebih murah lo teman-teman. Jika kita belum familiar dengan tempat makan/ tempat belanja yang menawarkan diskon, better memastikan harga normalnya dahulu, agar harga yang didapatkan benar-benar value for money, bukan akal-akalan marketing semata. Caranya gampang kan, tinggal nanya mbah google. 2 . Perhatikan expired date. Kalau bisa pilih kupon y

Berkebun di Lahan Sempit dengan Tanaman Tahan Banting

Gambar
Menanam tanaman saya sukai karena secara emosional makhluk hijau tersebut mengingatkan pada rumah saya di kampung yang di tengah-tengah kebun. Kalo secara filosofis, saya percaya manusia memang ditakdirkan untuk menanam (panjang ceritanya deh kalo bahas masalah ini :D). Namun sebagai orang yang tinggal di kota, saya (atau kita mungkin) punya dua kendala: waktu untuk merawat dan lahan yang terbatas. Walau punya kendala waktu, sekali kita memutuskan untuk menanam sesuatu tetep harus tanggung jawab dong sama kehidupan tanaman yang kita tanam. Makhluk hidup gitu loh. Buat saya, tanggung jawab bukan berarti harus mau ribet. Hehehe… Bentuk tanggung jawab kita dalam berkebun bisa dengan memilih tanaman yang tahan banting. Tanaman tahan banting maksudnya tuh tanaman yang minim banget perawatan, bahkan ada beberapa jenis tanaman yang nyaris ga perlu dirawat secara khusus tapi tetap tumbuh hijau sejahterta. Selain perawatan yang minim, tanaman tahunan bisa jadi pilihan dibanding yang musiman. Ka

Pentingkah Rash Cream untuk Bayi? Review Rash Cream Sebamed dan Mustela #Seri Perlengkapan Bayi

Gambar
Setiap orang tua, saya yakin, ingin mendukung tumbuh kembang anaknya dengan maksimal. Saya pun. Apalagi sebagai orang tua baru ya, dunia terasa hanya milik berdua, ibu dan bayi. Bapaknya cuma ngontrak. Ahahaha. Tapi kadang karena rasa ingin-memberikan-yang-terbaik itulah yang membuat saya kadang kalap beli ini beli itu. Termasuk salah satunya rash cream atau care cream atau diaper cream (sebenarnya saya bingung nama apa yang tepat menggambarkan produk yang mau saya review ini, hehehe). Setelah anak saya berusia 8 bulan, menurut saya, sebenernya sih Ning Gaya ga terlalu butuh rash cream ya. Karena kondisi kulitnya nggak sensitip sensitip amat. Bisa dibilang ga pernah ruam. Sampai Ning Gaya umur 8 bulan saya cuma pernah beli rash cream 1x, dikasih orang 2x. Jadi uda nyicip 3 merk rash cream. Dari ketiganya sih ga ada yang terpakai lebih dari 1/4 tube. Saking juaraaaang banget dipakai. Ahahahaha, ini saya gimana si ya. Mau ngereview tapi malah bikin pembaca nggak semangat. Ya, itu kan kon

Parenteam bareng Mertua, Yay or Nay? #jumatcurhat

Gambar
Beberapa temen sesama ibu baru sering menceritakan komentar-komentar mertuanya, kurang lebih sebagai berikut: Mertua Teman 1: “Kalian ga mau beliin walker ya? Oma beliin aja ya”. Mertua Teman 2: “Duuhhh, ini anak kurus amat, aturan tambah sufor aja kali naaak!”. Mertua Teman 3: “Halah, dulu lo suamimu dua bulan uda Inang kasih makan pisang”.  Padahal Teman 1 tu aliran anti walker. Teman 2 Pejuang ASI garis keras. Teman 3 berpedoman pada MPASI WHO yang mulai MPASI-nya ketika usia 6 bulan. Yaiyalah, mereka nangis nangis bombay sambil curhat. Temen-temen saya juga sering menyeritakan bahwa orang tua mereka sering melakukan hal-hal yang tidak mereka setujui saat mereka tidak ada. Yang terakhir curhat, bilang kalau bayinya disuapi Gabin (sejenis cracker). Hehehe…. Kalau uda begitu para mantu hanya bisa membatin “Eyyymmm…”. Soalnya kan salah tingkah ya, kalau dijawab, durhaka, kalau ga dijawab, ga sesuai sama keputusan diri ini. MEREKA BEDA PENDAPAT. Eh, tapi saya pikir-pikir, para mertua i

Review Diapers Premium vs Ekonomi, Perbandingan 2 Varian Diapers Merk Goon # Seri Perlengkapan Bayi

Gambar
Setelah saya membahas sabun yang bebas SLS dan bebas paraben di seri perlengkapan bayi sebelumnya, kali ini saya akan melakukan review diapers alias popok sekali pakai. Bahasan kali ini lebih fokus ke perbandingan antara diapers premium dan ekonomis ya. Kalau tentang gonta ganti merk diapers saya sudah pernah membahasnya juga di artikel Gonta Ganti Merk Diaper, Yay or Nay. Berikut saya mau coba bikin perbandingan dua varian diapers dari satu merk (biar adil ya jamaah, saya bandingin yang satu pabrikan), yaitu Goon. Langsung saja karena biasanya bakal panjang. Hahaha…. Ini diaaaaa perbandingannyaaa….. Deskripsi Produk Goon adalah produk diapers yang berasal dari Jepang, mulai masuk ke Indonesia (diproduksi di dalam negeri) mulai tahun 2010. Ada beberapa varian produk yang dikeluarkan oleh Goon: Excellent Soft, Excellent Dry dan Smile Baby. Dalam artikel ini kata diapers premium merujuk ke Goon Excellent Soft Pants yang ukuran L, dan kata diapers ekonomis merujuk ke Goon Smile Baby Pants